Mahasiswa Baru: “Seberapa Penting Sih Ikut Organisasi?”




Era reformasi memang sangat menguntungkan bagi sebagian masyarakat yang menginginkan kebebasan dalam berhimpun dan berpendapat. Mengingat bangsa ini pernah memiliki sejarah kelam saat “orde baru” yang mana pada rezim tersebut pergerakan masyarakat sangat dibatasi dan ketat akan pengawasan. Sedikit saja terlihat ada perkumpulan baik sedang diskusi ataupun sekedar duduk santai lebih dari 3 orang, maka tidak butuh waktu lama kelompok tersebut akan dispionase dan besar kemungkinan akan hilang esok hari. Karna memang saat itu demokrasi masih belum benar-benar menafasi perjalanan bangsa ini. Bagi rezim Soeharto masyarakat yang berkumpul adalah ancaman oleh rezim karna dikhawatirkan membahas hal-hal yang berkaitan dengan negara atau bahkan rencana makar akan rezimnya. (Makar: penggulingan kekuasaan yang sah dengan cara ilegal)

Tentu generasi sekarang atau biasa disebut millennials tidak banyak yang tahu situasi saat itu sangatlah tidak nyaman dan mencekam. Istilah “penembak misterius” atau “petrus” sangatlah kondang saat itu. Segala ancaman yang mengganggu kondusifitas negara, entah dari preman, copet, bahkan pencuri jemuran pun akan lenyap ditangan si petrus.

Namun puji Tuhan masa kelam itu telah berakhir semenjak peristiwa Reformasi 1998, yang mana rezim Soeharto didesak untuk turun tahta dari seorang Presiden Indonesia menjadi rakyat biasa. Bagi sebagian besar masyarakat saat itu, peristiwa tersebut bagaikan cahaya terang yang bersinar diantara kegelapan. Bagaimana tidak, perasaan terpenjara dengan kepemimpinan otoriter dan kejam kini telah berakhir dengan gaya kepemimpinan yang demokratis.
Terbukti pasca peristiwa runtuhnya rezim Soeharto, semakin banyak berdiri organisasi atau komunitas anak muda yang bergerak di berbagai bidang. 

Ga bisa dipungkiri Manusia adalah makhluk sosial yang cenderung saling bergantung atas satu sama lain, sehingga ini yang mendorong mereka tergerak untuk berkelompok. Tentu hewan juga senang berkelompok. Lantas apa yang membedakan antara hewan dan manusia dalam cara berkelompok? Tentu manusia tidak bisa disamakan dengan hewan dalam proses pemilihan kelompok. Hewan memilih kelompoknya dikarnakan kesamaan bentuk dan jenisnya, sedangkan manusia akan berkelompok ketika dalam kelompok tersebut memiliki kesanaan pemikiran serta tujuan yang sama.

Organisasi adalah suatu kelompok yang baik bagi pembentukan karakter diri seorang manusia. Kenapa organisasi dan bukan komunitas? Perlu diketahui organisasi adalah suatu kelompok yang memiliki visi dan misi, sedangkan komunitas lebih untuk menghimpun kelompok dengan ciri-ciri yang sama namun tanpa adanya visi dan misi yang sama.

Sebagai calon penerus dan calon pemimpin bangsa, anak muda wajib memiliki pengalaman berorganisasi di masa mudanya. Mengapa? Karna disana kalian dapat berlatih kepemimpinan, teamwork, administrasi, public speaking, manajemen, emotional intelligent, spiritual intelligent, intelectual intelligent, dan lain masih banyak hal berguna yang mana itu tidak diajarkan di pendidikan formal. Sehingga dapat dipastikan mereka yang tumbuh besar dari dari rahim organisasi akan menjadi generasi unggul dan lebih siap untuk terjun di dunia kerja. Jika kita lihat beberapa pemimpin besar dunia, maka tidak ada satupun pemimpin di dunia ini yang tidak lahir dari organisasi. Mula dari tingkat presiden, wakil presiden, walikota, bupati, CEO, petinggi proyek, bahkan sampai kepala desa pun pasti adalah orang-orang jebolan dari organisasi.

Organisasi adalah wadah individu untuk mengasah kemampuan menganalisis dan mengelola masalah, memimpin SDM, serta menyampaikan pendapat di depan umum. Sebagai makhluk sosial kita harus sadar bahwa kemampuan sosial adalah syarat mutlak bagi kita untuk nanti terjun di masyarakat. Karna kesiapan tersebut tidak bisa dibentuk dalam waktu sehari semalam, namun perlu waktu panjang dan jam terbang yang terus diasah secara berulang ulang.

Gw sebagai penulis saat ini masih aktif dan belajar di sebuah organisasi. Ketertarikan gw kenapa harus berorganisasi dikarnakan gw punya pengalaman buruk tentang publik speaking, malu berbicara di depan umum, tidak pandai memimpin, dan beberapa kekurangan lain yang tentu ingin gw lengkapi di saat berorganisasi. Walaupun banyak organisasi yang bergerak dengan berbagai macam visi misi, tentu semua tujuan organisasi adalah sama. Yaitu mengabdi dan berkontribusi untuk kebaikan masa depan bangsa.

Yang menarik di era ini, berorganisasi sudah lebih mudah pada urusan legalitasnya. Mengapa? Karna hal-hal yang bersifat berkelompok saat ini sudah diatur oleh undang-undang.

  1. Dalam pasal 28 UUD 1945 dijelaskan bahwa: "kemerdekaan berserikat dan berkumpul mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang".
  2. Seluruh rakyat Indonesia memiliki kebebasan untuk berkumpul dan mendirikan organisasi. Kebebasan berorganisasi ini dijamin oleh UUD 1945 dalam pasal 28D dan 28E ayat (3). 


Bagi penulis sendiri, beberapa ayat di atas adalah dasar yang cukup kuat sebagai landasan melindungi hak seluruh warga negara untuk berserikat ataupun berorganisasi. Namun perlu digaris bawahi, azas organisasi yang digunakan haruslah yang tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Jika sudah sesuai dengan undang-undang, maka sudah barang tentu tidak ada pihak yang berhak melarang seseorang untuk berserikat ataupun berorganisasi. Karna itu akan kontradiktif dengan UUD 1945 dan juga telah melanggar aturan hukum yang telah ditetapkan oleh negara. Jika tetap dilanggar maka sanksi akan diterima entah denda hinggi hukum pidana.

Berorganisasi adalah sarana menempa diri para Mahasiswa sebelum turun langsung di tengah masyarakat. Adalah ruang berproses sebagai mahasiswa, adalah rumah kedua bagi pembentukan karakter mahasiswa, hingga pada saatnya akan lulus dengan predikat bukan sarjana biasa. Tetapi adalah sarjana petarung, dan siap berlaga di gelanggang pengabdian masyarakat dan dunia kerja.

Mengutip apa yang dikatakan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yaitu, "IPK tinggi hanya akan mengantarkanmu pada tahap wawancara, namun ketrampilan berorganisasi akan mengantarkanmu pada karya dan masa depan yang cerah. Saya dapatkan semua itu di HMI"









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembunuhan Mental Di Negeri Via Vallen

The Art of Delivery - Jangan Menjadi Orang Lain