Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Apresiasi Dan Ironi Gw Terhadap Dunia Pergerakan Mahasiswa Indonesia

Gambar
Dewasa ini kita dihangatkan oleh media tentang gelombang protes mahasiswa yang menuntut akan kinerja pemerintah, terutama DPR. Pada akhir masa jabatannya inilah mereka dianggap telah berbuat ulah. Perancangan pasal pasal yang dianggap ngawur dan tidak substansial telah mampu memancing amarah para mahasiswa. Hal yang kontras menjadi sorotan mereka adalah terkait dengan hasil RKUHP dan RUU KPK, yang dalam hal ini dianggap merugikan bagi masa depan generasi bangsa. Hasil kinerja DPR atas RKUHP dan RUU KPK, dianggap beberapa pasal yang mereka buat tidak mendesak untuk disahkan atas kondisi bangsa. Kaum intelektual menganggap pasal-pasal dalam rancangan Undang-Undang tersebut sangat kontroversial dan bertentangan dengan arah reformasi. Namun dalam hal ini penulis tidak akan membahas apa substansi dalam Undang Undang tersebut, akan tetapi lebih menyoroti bara api semangat para Mahasiswa dalam pergerakan aksi selama seminggu terakhir ini. Sesuai dengan penelusuran pen...

Mahasiswa Baru: “Seberapa Penting Sih Ikut Organisasi?”

Gambar
Era reformasi memang sangat menguntungkan bagi sebagian masyarakat yang menginginkan kebebasan dalam berhimpun dan berpendapat. Mengingat bangsa ini pernah memiliki sejarah kelam saat “orde baru” yang mana pada rezim tersebut pergerakan masyarakat sangat dibatasi dan ketat akan pengawasan. Sedikit saja terlihat ada perkumpulan baik sedang diskusi ataupun sekedar duduk santai lebih dari 3 orang, maka tidak butuh waktu lama kelompok tersebut akan dispionase dan besar kemungkinan akan hilang esok hari. Karna memang saat itu demokrasi masih belum benar-benar menafasi perjalanan bangsa ini. Bagi rezim Soeharto masyarakat yang berkumpul adalah ancaman oleh rezim karna dikhawatirkan membahas hal-hal yang berkaitan dengan negara atau bahkan rencana makar akan rezimnya. (Makar: penggulingan kekuasaan yang sah dengan cara ilegal) Tentu generasi sekarang atau biasa disebut millennials tidak banyak yang tahu situasi saat itu sangatlah tidak nyaman dan mencekam. Istilah “ penembak mis...

Pembunuhan Mental Di Negeri Via Vallen

Gambar
Pembunuhan Mental di Negeri Via Vallen Pasca atau pra kemerdekaan selalu dimeriahkan dengan acara perlombaan di tengah euphoria ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Acara dalam bahasa kultural biasa disebut dengan “agustusan”. Acara agustusan selalu menjadi ajang yang menarik perhatian anak-anak untuk mengikuti berbagai macam perlombaan guna menunjukkan eksistensi dan kreatifitas mereka. Sebagai penulis, saya pun termasuk bagian yang paling gemar untuk berpartisipasi dalam perlombaan tahunan saat acara agustusan. Di desa saya sendiri yaitu desa Beji, kecamatan Boyolangu, kabupaten Tulungagung, digelar berbagai perlombaan kecil-kecilan untuk para budiman dan budigirl yang ingin berpartisipasi meramaikan acara agustusan. Mulai dari lomba untuk anak muda maupun orang tua digelar untuk memeriahkan ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Baik lomba bersifat olahraga, permainan, ataupun karya sastra, telah disiapkan dengan matang oleh panitia. Di sela kegiatan saya menonton p...